Ticker

6/recent/ticker-posts

Perkuat Iman di Balik Jeruji, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Surabaya

 


Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun

Madiun, – DETIKJURNAL.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kepribadian warga binaan dengan menggandeng tim dari Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Kota Surabaya untuk menggelar kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan beragama Kristen dan Katolik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun, Senin (2/3).

Kegiatan pembinaan rohani tersebut diikuti oleh warga binaan Lapas Pemuda Madiun yang beragama Kristen dan Katolik serta didampingi oleh petugas pembinaan.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kekhidmatan sebagai bagian dari upaya memperkuat iman dan membangun karakter selama menjalani masa pidana.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Pemuda Madiun, Setyawan Nugroho Endiyanto, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter warga binaan.

“Pembinaan rohani ini bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi menjadi sarana refleksi dan pembentukan karakter. Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan semakin memiliki kesadaran untuk berubah, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Endiyanto.

Kegiatan pembinaan ini menghadirkan Pendeta Sugianto Jani sebagai pembawa firman dan pemberi penguatan rohani.

Dalam khotbahnya, Pendeta Didik menekankan pentingnya pertobatan, pengharapan, serta keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Tidak ada masa lalu yang begitu gelap sehingga Tuhan tidak sanggup meneranginya. Setiap kita diberi kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan menata masa depan dengan penuh harapan,” ujar Pendeta Sugianto Jani di hadapan warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Kota Surabaya atas kepedulian serta dukungan yang diberikan dalam proses pembinaan warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi dan kepedulian dari Yayasan Kasih Anugerah dan Pondok Kasih Kota Surabaya. Kegiatan pembinaan rohani seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter warga binaan agar semakin siap kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ungkap Wahyu.

Melalui kegiatan pembinaan rohani ini, Lapas Pemuda Madiun berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana sebagai bentuk pembinaan secara hukum, tetapi juga memperoleh penguatan mental dan spiritual sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah bebas nanti. (RED).