Program Pendidikan Kesetaraan disiapkan
Lapas Pemuda Madiun
MADIUN,
– DETIKJURNAL.com
Lapas
Pemuda Kelas IIA Madiun terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi
warga binaan melalui program pendidikan. Salah satu langkah nyata yang
dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Madiun terkait
penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kepala
Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, didampingi Kepala Seksi Bimbingan
Narapidana/Anak Didik (Binadik), Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan
Ketertiban (Adm. Kamtib), serta staf, menghadiri rapat musyawarah pembahasan
isi Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang nantinya akan disepakati bersama antara
Kepala Lapas Pemuda Madiun dan Wali Kota Madiun, Selasa (02/06).
Rapat
yang berlangsung di Ruang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Pemerintah Kota Madiun tersebut disambut langsung oleh Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Kota Madiun, Budi Wibowo. Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, beserta jajaran
terkait.
Dalam
rapat tersebut, para peserta membahas berbagai aspek penting dalam rancangan
kerja sama, mulai dari objek kerja sama, hak dan kewajiban para pihak, jangka
waktu pelaksanaan, hingga mekanisme penyelenggaraan program pendidikan
kesetaraan bagi warga binaan.
Kepala
Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa program pendidikan
merupakan salah satu prioritas nasional yang sejalan dengan arahan Presiden
Republik Indonesia, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Direktur
Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya
manusia.
“Program
pendidikan merupakan bagian dari visi besar pembangunan nasional sebagaimana
tertuang dalam Asta Cita. Terkhusus program pendidikan kesetaraan bagi warga
binaan, kami meneruskan arahan Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan Bapak Dirjen
Pemasyarakatan untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah. Kami
mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Madiun yang telah memfasilitasi
dengan sangat baik. Lapas Pemuda Madiun siap berkolaborasi, bersinergi, dan
saling mendukung demi suksesnya program pembinaan pendidikan bagi warga
binaan,” ujar Rudi.
Sementara
itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Madiun, Budi Wibowo,
menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan
hak seluruh warga negara, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa
pembinaan.
“Kami
mendukung penuh program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan sebagai bagian
dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kota Madiun
siap bersinergi dengan Lapas Pemuda Madiun agar program ini dapat berjalan
optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan saat kembali ke
masyarakat,” ungkap Budi Wibowo.
Senada
dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati,
menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan pendidikan kesetaraan
melalui pendampingan dan koordinasi yang berkelanjutan.
“Pendidikan
adalah hak setiap individu tanpa terkecuali. Dinas Pendidikan Kota Madiun siap
memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki agar program pendidikan
kesetaraan di Lapas Pemuda Madiun dapat terlaksana dengan baik, terukur, dan
berkelanjutan,” tutur Lismawati.
Melalui
kerja sama ini, diharapkan warga binaan Lapas Pemuda Madiun memperoleh akses
pendidikan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kompetensi, pengetahuan,
dan kepercayaan diri sebagai bekal untuk kembali berperan positif di tengah
masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (RED).

Social Plugin