Ticker

6/recent/ticker-posts

Lapas Pemuda Madiun Terima Warga Binaan dari Rutan Surabaya, Proses Penerimaan Dilakukan Sesuai SOP

 


62 WBP asal Rutan Surabaya kini menghuni Lapas Pemuda Madiun

MADIUN, – DETIKJURNAL.com

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Madiun menerima sebanyak 62 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dipindahkan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Surabaya. Proses penerimaan berlangsung dengan tertib dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan. (08/06)

Setibanya di Lapas Pemuda Madiun, seluruh warga binaan menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan sebagai bagian dari proses admisi dan orientasi. Petugas terlebih dahulu melakukan verifikasi dan pemeriksaan identitas guna memastikan kesesuaian data administrasi setiap warga binaan.

Selain itu, petugas keamanan juga melaksanakan pemeriksaan badan dan barang bawaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang yang masuk ke dalam lingkungan lapas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Pemuda Madiun.

Tidak hanya pemeriksaan administrasi dan keamanan, tim medis Lapas Pemuda Madiun turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh warga binaan yang baru datang. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan umum, pendataan riwayat penyakit yang pernah diderita, serta riwayat pengobatan yang sedang atau pernah dijalani oleh warga binaan.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan dilaksanakan secara profesional dan humanis dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kesehatan, serta pemenuhan hak-hak warga binaan.

"Kami memastikan seluruh warga binaan yang diterima menjalani proses pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari verifikasi identitas, pemeriksaan keamanan, hingga pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Langkah ini penting untuk menjamin keamanan dan ketertiban lapas serta memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat terpantau sejak awal. Kami berkomitmen memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan," ujar Rudi Kristiawan.

 

Dengan diterimanya 62 warga binaan tersebut, Lapas Pemuda Madiun terus berupaya menjalankan fungsi pemasyarakatan secara optimal melalui pembinaan yang terarah, sekaligus memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku. (RED).