Sosialisasikan Program MBG di Kediri, Fokus Pemerintah Lawan Permasalahan Gizi
Kediri, Jawa Timur
(17/11) – DETIKJURNAL.com
Pemerintah meluncurkan program
strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dengan memberikan penguatan gizi secara menyeluruh, Nutrisi dan gizi
seimbang menjadi prioritas terdepan yang diberikan pemeirntah kepada
masyarakat.
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi
Nasional (BGN) menggelar sosialisasi
program Makan Bergizi Gratis ini di Aula DPD Kabupaten Kediri pada Sabtu
(15/11).
Sosialisasi program MBG mendapat perhatian luas dari berbagai
pihak, seperti, unsur
legislatif daerah, perwakilan wilayah, serta praktisi yang selama ini aktif
mengawal isu gizi dan penguatan sumber daya manusia.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M.
Hadi Setiawan, yang hadir dalam sosialisasi tersebut menegaskan bahwa program MBG merupakan
salah satu investasi terpenting bagi bangsa. Ia menyampaikan bahwa tantangan
gizi di Indonesia masih nyata dan beragam, mulai dari persoalan stunting,
masalah gizi ganda, hingga ketimpangan akses pangan yang terjadi di berbagai
wilayah.
“Keberadaan MBG adalah upaya fundamental
untuk memastikan anak-anak tumbuh dengan potensi penuh dan menjadi bagian dari
generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah,” tutur M Hadir
Setiawan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah
Kabupaten Kediri,
Ahmad Gunawan, memaparkan alur sosialisasi MBG yang menitikberatkan pada
pemahaman awal mengenai tujuan, sasaran, serta dampak program bagi masyarakat.
“MBG tidak hanya memberi manfaat bagi
peserta didik, tetapi juga kelompok non-didik seperti ibu hamil, ibu menyusui,
dan anak balita. Keberhasilan
program MBG sangat
ditopang oleh pemenuhan gizi yang merata, kolaborasi antarlembaga, serta
keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pangan local,” jelas Ahmad
Gunawan.
Dalam kesempatan yang sama, praktisi
gizi Aksanol Yakin menyoroti pentingnya kebijakan gizi yang konsisten dan
terukur. Ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan
oleh asupan nutrisi yang diterima sejak masa awal kehidupan hingga usia
produktif. Menurutnya, MBG bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi
merupakan fondasi bagi penguatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas
masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam program MBG, penggunaan bahan pangan setempat dinilai
mampu memperkuat perekonomian daerah, memberdayakan petani, nelayan, serta
pelaku usaha kecil. Dengan melibatkan ahli gizi lokal, seluruh menu yang
disiapkan dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah sehingga lebih mudah
diterima masyarakat dan tetap memenuhi standar gizi nasional. (RED)

Social Plugin