Foto :
Detikjurnal.com, Indonesia- Kabar yang mencoreng wajah pendidikan bangsa Indonesia Ini menjadi alarm penting untuk kita perhatikan bersama, Kabar duka yang menyelimuti Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), atas meninggalnya seorang anak berusia 10 tahun akibat bunuh diri
Telah memicu gelombang keprihatinan nasional. Peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh tekanan beban biaya sekolah yang tidak mampu ditanggung keluarga, Kejadian ini bukan sekadar tragedi personal, tetapi dianggap sebagai alarm keras atas ketimpangan akses pendidikan di Indonesia
Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi, selaku Guru Besar Departemen Sosiologi FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) mengemukakan padangan atas kejadian ini. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa seperti ini seharusnya menjadi peringatan Alarm bagi masyarakat tentang pentingnya pemantauan kondisi psikologis anak-anak di lingkungan sekitar mereka.
“Anak-anak yang tinggal di daerah terpencil seringkali kurang mendapatkan perhatian penuh terhadap aspek psikologis mereka, terutama di lingkungan pedesaan. Juga kurangnya akses terhadap layanan psikologis membuat anak-anak merasa terisolasi dan tidak memiliki dukungan yang cukup,” ujarnya (Tim)
Social Plugin