Tradisi Megengan Menjelang Ramadhan Mempererat Silaturahmi
Detikjurnal.com, Pacitan- Kegiatan tahunan di lakukan Sebagian besar warga Pacitan Jawa Timur, kegiatan berdoa bersama di setiap rumah tersebut di namai megengan, Tradisi Megengan menjadi salah satu tradisi unik yang dilakukan masyarakat Jawa menjelang bulan Ramadan
Kata "Megengan" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "menahan", melambangkan menahan hawa nafsu selama bulan Ramadan. Tradisi ini merupakan perpaduan budaya Jawa dan Islam yang diwariskan oleh para Wali Songo
Megengan pertama kali diadakan pada masa Kerajaan Demak sekitar tahun 1500 M. Tradisi ini menjadi bukti akulturasi budaya Jawa dan Islam. Megengan di sebagian tempat bukan hanya tradisi bagi umat Islam tetapi juga diikuti oleh non-Muslim, Tradisi ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadan akan segera tiba, dan umat Islam akan menjalankan ibadah puasa
Tradisi Megengan biasanya dilakukan pada hari terakhir bulan Syakban, Sebelum melaksanakan Megengan masyarakat biasanya pergi ke makam untuk berdoa dan menabur bunga (nyekar)
Acara Megengan umumnya dipusatkan di masjid, musala, langgar, namun di Linkungan Pojok Sidoarjo Pacitan di laksanakan dari rumah ke rumah, Sabtu 7 Pebruari 2026, Megengan terlaksana dirumah bapak Andi dan Bapak Ju'mat alamat Rt 03 RW 07 Linkungan Pojok Sidoarjo Pacitan
Tuan rumah Ju'mat ( 65) mengatakan, "Megengan kami laksanakan berdoa bersama guna meningkatkan keimanan dan Mempererat Silaturahmi, Menyambut bulan Ramadan Megengan menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antar keluarga, tetangga, dan masyarakat," Jelas nya
Ju'mat menambahkan Tradisi megengan juga menjadi persiapan spiritual dan mental dalam menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah( dNr)
www.detikjurnal.com
Social Plugin